Oleh Maltuf A. Gungsuma
telahku terdiam saat kau menangis bersama hujan
telahku letakkan rukuk sujudku di dadamu yang kerontang
masihkah lautku terlihat biru di matamu
masihkah langitku hanya sangkar ayam pejantanmu
telah ku simpan batu yang membusuk di hatiku
agar kau tidak mengerti kenapa bantalmu ingin
-kau bagi untukku
kau tidak mengerti terlebih aku
mengapa ada buih terdampar di kakimu
padahal pantai tidak bermimpi malam ini
Jogja, 2008
telahku terdiam saat kau menangis bersama hujan
telahku letakkan rukuk sujudku di dadamu yang kerontang
masihkah lautku terlihat biru di matamu
masihkah langitku hanya sangkar ayam pejantanmu
telah ku simpan batu yang membusuk di hatiku
agar kau tidak mengerti kenapa bantalmu ingin
-kau bagi untukku
kau tidak mengerti terlebih aku
mengapa ada buih terdampar di kakimu
padahal pantai tidak bermimpi malam ini
Jogja, 2008