Oleh Maltuf A. Gungsuma
-hamsad rangkuti
ku minta satu dongeng darimu untuk anakku
dongeng seorang raja menunggang kuda
bukan nyanyian dalam bis atau di atas kereta
ku terlalu hafal dan mafhum
dongeng yang kau dengungkan pada malam
tentang malin kundang dan si lugu
gadis pengigau peminta kenangan
untuk menghapus yang terkenang
aku pun turuti segala perintahmu
menghapus bekas bibirnya pada bibir kekasihku
di malam dingin dengan bibirku
seperti kau papah mayat itu dari rel kereta
aku papah kekasihku dari linangan air mata
kau dapatkan bilangan rupiah dari pemilik toko
sebuah ciuman mendarat di jantungku
untuk satu dongeng darimu
ku sodorkan selembar cinta dan sekuntum kasih
anakku tidak bisa tidur sebelum seorang raja
menunggang kuda melewati pematang sawah
dari dalam mulutmu malam ini
Jogja, 2009
Satu Dongeng
Maltuf A. Gungsuma
PenulisAku hanya seorang lelaki yang menjalani hidup ini dengan sederhana. Sesedarhana tidur untuk menyembuhkan kantuk dan sesederhana senyum untuk menyembunyikan luka. Ibuku pun mengajari, "Jika kau lapar di rantau, Nak, makanlah 1 gorengan dan minumlah yang banyak, niscaya akan kenyang". Ya, sesederhana itu.
0 komentar:
Posting Komentar
Saya bahagia bila Anda bersedia memberi komentar setelah membaca tulisan di atas. Terima kasih.
